"Apa kabar?
Bagaimana hidupmu?"
Bagaimana hidupmu?"
kamu tahu, hidupku semakin tak mudah. Takdir masih mencandaiku dengan berjuta hayalan indahku. Mengapa kau tetap bergeming di kepalaku dan tak mau pergi padahal telah ku persilahkan kau terbang mengawan.
aku rindu saat tangis dan tawa yang kau ciptakan , saat dimana berbagi membuat hati ini begitu tenang,Memberi membuat hidup menjadi lebih bermakna. Bukankah sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.aku belajar dari setiap kata yang kau keluarkan, kucerna semampuku. Dan ketika waktunya tiba, aku ingin ini menjadi halal, untukmu untukku,.
Teruntuk sang pemilik Edelweis.